Part 25 Aku Denganmu
Mata Fadil berbinar. “Beneran?” Riris mengangguk mantap. “Beneran. Setelah kejadian sama Dani, aku jadi lebih milih-milih. Aku nggak mau salah pilih lagi. Dan… kamu… kamu beda, Dil. Kamu ngerti aku.”
Fadil tersenyum lega. “Aku berusaha ngerti kamu, Ris. Dan aku bakal terus berusaha jadi yang terbaik buat kamu.” Dia berhenti sebentar, terus lanjut lagi, “Eh, ngomong-ngomong, kamu inget nggak, waktu kita masih SMA, aku pernah janji mau ngajak kamu ke Pulau Seribu? Nah, setelah kita resmi, aku mau tebus janji itu.”
Riris tertawa senang. “Inget banget! Aku kira itu cuma mimpi masa muda doang.”
Fadil mencubit pipi Riris pelan. “Bukan mimpi lagi, kok. Sekarang kita udah dewasa, dan aku udah siap wujudkan semua mimpi kita bareng-bareng.”
Riris senyum. “Terus… soal lamaran… kamu udah punya rencana?”
Fadil menggaruk kepala. “Belum detail banget sih. Tapi aku pengennya sederhana aja, tapi berkesan. Yang penting, keluarga kita bisa kumpul bareng.”
“Aku suka ide itu,” kata Riris. “Yang penting, kita bisa bareng.”
Sesampainya di rumah Prasetyo, suasana tegang sedikit terurai. Setelah Fadil meminta restu dan diterima dengan hangat, percakapan beralih ke rencana pernikahan.
Di sana Fadil menemui Prasetyo dan ingin mengucapkan niat baiknya sebelum nanti membawa kedua orang tuanya hadir.
“Pak, kedatangan saya kemari berniat melamar Riris, Pak. Dia sudah mau, tapi sebelum saya membawa orang tua saya kemari, saya ingin mendengar jawaban dari Bapak, apakah kami direstui?” kata Fadil panjang lebar.
“Saya melihatmu selama ini begitu menyayangi Riris, bagaimana bisa tidak merestui ketika kamu ada niat baik? Tapi satu pesan saya, jika nanti kamu sudah tidak mencintainya, antarkan dia kembali ke sini, tapi jangan sampai dia tersakiti sedikitpun. Jika itu terjadi kamu akan menjadi seperti yang Dani rasakan saat ini.”
Riris menimpali, “Dani kenapa ayah?”
“Kamu lihat sendiri saja nanti,” jawab Prasetyo dengaan datar.
“Baik, Pak. Saya mengerti.”
“Jadi, Gimana rencananya, Dil?” tanya Prasetyo.
Fadil tersenyum. “Saya sudah punya sedikit gambaran. Untuk lamaran, sederhana aja di rumah.”
Riris mengangguk setuju. “Riris juga lebih suka yang sederhana. Yang penting, keluarga kita semua bisa kumpul.”
“Tapi untuk pernikahannya sendiri ….” Ia sedikit menjeda, menciptakan rasa penasaran. “Aku kepinginnya di Pulau Seribu. Konsepnya intimate wedding, cuma undang keluarga dan sahabat terdekat aja.”
Mata Riris membulat. “Pulau Seribu? Wah, keren banget ide kamu, Dil!”
“Iya, kan aku pernah janji mau ajak kamu ke sana waktu SMA?” Fadil terkekeh. “Sekarang, janji itu bisa terwujud, tapi lebih spesial.”
“Aku suka banget ide intimate wedding-nya,” kata Riris. “Lebih hangat dan personal gitu. Nggak perlu repot-repot ngurus banyak tamu.”
“Tepat sekali!” Fadil mengangguk semangat. “Kita bisa fokus menikmati momen spesial kita berdua, tanpa terbebani banyak hal. Bayangkan, suasana pantai yang indah, deburan ombak, dan hanya orang-orang tersayang yang hadir… pasti romantis banget.”
Riris membayangkannya, sebuah senyum lebar terkembang di wajahnya. “Aku suka banget! Tapi, gimana soal persiapannya? Kan agak ribet ya, ngurus pernikahan di pulau?”
Fadil menenangkan Riris. “Tenang aja, aku udah mulai cari wedding organizer yang berpengalaman ngurus destination wedding. Nanti kita diskusi bareng lagi, tentang detail dekorasi, tema, dan lain-lain. Yang penting, kita sama-sama suka dan nyaman.”
“Oke,” Riris mengangguk. “Aku percaya sama kamu, Dil. Aku yakin, pernikahan kita nanti bakal jadi yang paling berkesan.”
Fadil menggenggam tangan Riris, mata mereka saling menatap. “Aku juga yakin, Ris. Kita akan menciptakan kenangan terindah di hari pernikahan kita.”
“Baguslah jika kalian senang dengan konsep seperti itu. Jadi akad di sini, kemudian langsung ke pulu seribu untuk resepsi,” putus Prasetyo yang diangguki oleh yang lainnya.
Rencana pernikahan mereka, sesederhana dan intim, akan menjadi awal dari perjalanan hidup mereka yang baru, dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan abadi.
*
Hari pernikahan Riris dan Fadil akhirnya tiba. Mentari pagi bersinar cerah di atas Pulau Seribu, menyambut hari bahagia mereka. Suasana di villa tepi pantai tempat acara pernikahan berlangsung begitu hangat dan penuh keceriaan. Keluarga dan sahabat terdekat sudah berkumpul, menunggu momen sakral yang akan segera terjadi.
Riris tampak anggun dalam balutan gaun pengantin putih flowy dengan hijab senada, dan senyum bahagia terukir di wajahnya. Fadil, dengan setelan jas abu-abu yang rapi, tak henti-hentinya menatap Riris dengan penuh cinta. Ia tak sabar untuk menikahi wanita yang dicintainya.
Upacara pernikahan sederhana namun khidmat digelar di tepi pantai. Dekorasi minimalis dengan nuansa putih dan hijau, dihiasi bunga-bunga tropis yang segar, menciptakan suasana romantis dan natural. Suara deburan ombak dan kicauan burung menjadi musik latar yang syahdu.
Fadil dan Riris saling berjanji di hadapan keluarga dan sahabat. Janji suci mereka diiringi lantunan musik akustik yang lembut. Air mata haru menetes dari pipi Riris saat Fadil mengucapkan kata-kata romantis dan penuh makna.
Usai upacara pernikahan, para tamu diajak menikmati hidangan makan malam yang disajikan dengan konsep family style di meja panjang yang menghadap laut. Suasana semakin hangat dengan canda tawa dan cerita-cerita hangat yang dibagikan. Fadil dan Riris berkeliling, menyapa setiap tamu dan menikmati kebersamaan dengan orang-orang tersayang.
Malam semakin larut, acara dilanjutkan dengan sesi games dan hiburan musik. Fadil dan Riris, bersama keluarga dan sahabat, menikmati malam penuh bintang dan kehangatan. Mereka bernyanyi, bercanda, dan berbagi cerita hingga larut malam.
Di tengah kesibukan, Fadil dan Riris menyempatkan diri untuk menikmati momen berdua di tepi pantai. Mereka duduk berdampingan, menikmati keindahan langit malam yang dihiasi bintang-bintang gemerlap. Fadil menggenggam erat tangan Riris, menyatakan rasa cintanya yang tak terhingga.
“Terima kasih, Ris, sudah mau menjadi istriku,” kata Fadil, suaranya bergetar karena haru.
Riris tersenyum, “Aku juga bahagia, Dil. Aku mencintaimu.”
Mereka saling berpelukan, menikmati kehangatan cinta di tengah suasana romantis Pulau Seribu. Intimate wedding mereka, yang dipenuhi dengan cinta, kebahagiaan, dan kesederhanaan, akan menjadi kenangan indah yang akan selalu mereka ingat. Momen ini menandai awal dari perjalanan hidup mereka yang baru, dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan abadi.
Belum ada Komentar untuk " Part 25 Aku Denganmu"
Posting Komentar